Sunday, November 1, 2009

Perkembangan Lanjutan Dari Pentium 4

Intel® Pentium® 4 Processor
Processor ini mulai keluar pada tahun 2000 yang merupakan produk intel yang kecepatannya hingga 3.06 GHz. Dalam keluaran pertama, processor ini hanya memilik kecepatan 1.5 GHz dengan formafactor pin 423, yang kemudian menjadi 478 pin yang berkecepatan hingga 1.3 GHz. Dan sampai sekarang kecepatannya melampoi 3.4 GHz.

Intel® Xeon® Processor
Processor ini keluar pada tahun 2001. Processor ini dibuat dengan tujuan atau ditujukan khusus untuk komputer yang berperan sebagai server. Jadi processor ini sangat mendukung pekerjaan yang berhubungan dengan komputer server. Procesir ini memiliki jumlah pin yang lebih banyak dari Intel® Pentium® 4 Processor serta menggunakan L2 chace yang lebih besar.

Intel® Itanium® Processor
Processor ini adalah processor pertama yang berbasisi 64 bit, yang keluar pada tahun2001. Processor ini ditujukan untuk server maupun workstation. Processor ini dibuat dengan struktur yang berbeda dari sebelumnya., yaitu berdasar pada desain dan teknologi Intel’s Explicitly Parallel Instruction Computing ( EPIC ). Generasi kedua dari processor ini adalah Intel® Itanium® 2 Processor yang keluar pada tahun 2002.

Intel® Pentium® M Processor
Processor ini dibuat pada tahun 2003. Komponen processor ini adalah Chipset 855, dan Intel® PRO/WIRELESS 2100. Processor ini dibuat untuk memenuhi permintaan pasar akan keberadaan komputer yang dapat dibawa kemana-mana.

Intel Pentium M 735/745/755 processor
Processor Intel Pentium M 735/745/755 processor sudah dilengkapi dengan chipset 885 dengan fitur baru 2MB L2 Cache, 400MHz system bus dan socket processor dengan seri-seri pentium M sebelumnya. Processor ini diedarkan sejak tahun 2004.

Intel E7520/E7320
Processor ini mulai keluar pada tahun 2004. Processor ini dapat digunakan untuk dual processor dengan konfigurasi 800MHz FSB, DDR2 400 of memory, dan PCI Express Peripheral Interfaces. FSB (Front Side Bus) adalah kecepatan bus atau jalur yang menghubungkan antara processor dengan motherboard, atau lebih tepatnya antara processor dengan chip north bridge pada motherboard.

Intel Pentium 4 Extreme Edition 3.73GHz
Pada tahun 2005 lalu Intel mengeluarkan processor yang bernama Intel Pentium 4 Extreme Edition dengan frekuensi 3.73GHz. Processor ini dibuat untuk pengguna komputer yang sangat menginginkan sesuatu yang lebih dari komputernya, baik dari segi kecepatan maupun performancenya. Processor ini memiliki konfigurasi 3.73GHz frequency, 1.066GHz FSB, EM64T, 2MB L2 Cache, dan HyperThreading.

HyperThreading adalah Teknologi yang dikembangkan oleh Intel untuk keluarga processor Pentium 4 dengan kecepatan 3 GHz keatas. Teknologi ini memungkinkan elemen-elemen yang berbeda dari processor seperti unit integer, pemrosesan grafis, dan floating point untuk kalkulasi yang kompleks--dapat aktif dalam waktu yang bersamaan. Intel mengklaim teknologi ini mampu meningkatkan unjuk kerja sistem antara 25 hingga 30 persen.

Intel Pentium D 820/830/840
Processor ini mulai keluar sejak tahun 2005. Processor ini sudah beebasis 64 bit yang menggunakan dua buah inti processor dengan konfigurasi 800MHz FSB, 1MB L2 Cache pada setiap Core (inti), 2.8GHz frequency, 3.0GHz dan 3.2GHz. Pada processor ini juga dilengkapi HyperThreading.

Intel Core 2 Quad Q6600
Processor yang dikeluarkan intel sejak tahun 2006 ini merupakan processor dengan type desktop dan biasanya digunakan oleh orang yang ingin mempunyai kekuatan lebih pada komputernya. Processor ini memiliki 2 buah core (pusat/inti processor) dengan konfigurasi 2.4GHz frequency, 8MB L2 Cache (4MB L2 Cache pada setiap core), 1.06 GHz FSB, dan TDP (Thermal Design Power).

Intel Quad-core Xeon X3210/X3220
Processor ini dikeluarkan pada tahun 2006 dan memiliki 2 buah core yang dapat bekerja secara bersama-sama. Masing-masing core mempunyai konfigurasi 2.13GHz dan 2.4GHz berturut-turut, 8MB L2 Cache (4MB L2 Cache pada setiap core), 1.06 GHz FSB, dan TDP (Thermal Design Power). Processor ini merupakan processor tipe server dengan 2 buah core.
read more...

Sunday, August 2, 2009

Model OSI

Open System Interconnection (OSI) merupakan sebuah model untuk komunikasi komputer yang terdiri dari 7 layer atau lapisan (OSI 7 layer). Sebelum adanya OSI yang merupakan standar internasional ini, setiap perusahaan komputer seperti IBM dan DEC mempunyai arsitektur masing- masing sehingga produk yang dihasilkan mereka tidak bisa saling inter-operasi. Bisa dikatakan bahwa OSI digunakan agar ada standart dalam pembuatan produk yang dilakukan oleh vendor.Sehingga produk yang dikeluarkan nantinya dapat digunakan.



Manfaat Model OSI:

  • Membuat peralatan vendor yang berbeda dapat saling bekerjasama

  • Membuat stadarisasi yang didapat dipakai vendor untuk mengurangi kerumitan perancangan

  • Standarisasi interfaces

  • Modular enginneering

  • Kerjasama dan komunikasi teknologi yang berbeda

  • Memudahkan pelatihan network.


> Phisical (Layer 1)

Physical layer mendefinisikan karakteristik mekanik, elektrik, fungsional, dan prosedural untuk mengaktifkan, mempertahankan/memelihara (maintain), serta memutuskan (deactivate) koneksi untuk mentransmisikan deretan bit melalui suatu saluran fisik. Saluran fisik tersebut dapat berupa konektor dan perkabelan antara DTE dengan DCE pada suatu titik pengaksesan jaringan (network access point) atau dapat pula berupa kabel serat optik yang terdapat di dalam suatu jaringan dsb. Beberapa parameter yang digunakan pada layer 1 diantaranya ialah level sinyal dan durasi bit. Contoh standard layer 1 adalah X.21 di dalam rekomendasi CCITT X.25, standard RS-232C dan sebagainya.

Komponen dalam lapisan ini adalah:

1. Kabel (UTP atau STP): sebagai media transmisi (untuk membawa aliran bit data dari satu ke komputer lainnya)


2. Repeater: untuk menguatkan kembali sinyal yang sudah berkurang karena jarak yang terlalu jauh

3. Hub: untuk menggabungkan beberapa komputer menjadi satu buah kelompok jaringan


4. NIC: untuk mengubah aliran data paralel dalam bus komputer menjadi bentuk data serial sehinggan dapat di transmisikan diatas media jaringan

5. Tranceiver



Protokol pada phisical layer ini mencakup:

  • IEEE 802.3

  • RS-232C

  • X.21


> Data Link (Layer 2)

Data link layer memiliki fungsi untuk mewujudkan suatu transfer data yang andal melalui saluran fisik. Layer ini memetakan unit data yang bersal dari network layer menjadi frame data yang dapat ditransmisikan. Untuk melaksanakan fungsi-fungsi di atas, data link layer menyediakan proses sinkronisasi, error control dan flow control. Selain itu, jika diperlukan, layer 2 juga melaksanakan proses multiplexing satu data link ke dalam beberapa saluran fisik.

Komponen dalam lapisan ini adalah:

1. NIC: untuk mengubah aliran data paralel dalam bus komputer menjadi bentuk data serial sehinggan dapat di transmisikan diatas media jaringan


2. Switch Layer 2: untuk melakukan switching terhadap paket dengan melihat alamat fisiknya (MAC Address)


3. Bridge: untuk memperluas jaringan dan membentuk segmen jaringan



Contoh standard untuk layer 2 adalah link access protocol-B (LAP-B) yang merupakan subset dari high-level data link control (HDLC).


> Network (Layer 3)

Fungsi yang dijalankan oleh network layer menyebabkan layer-layer yang berada di atasnya tidak tergantung kepada proses ruting dan penyambungan yang berhubungan dengan pembentukan koneksi jaringan. Fungsi-fungsi network layer yang lain meliputi pengalamatan, identifikasi titik akhir (endpoint identificatio), dan pemilihan layanan jika terdapat lebih dari satu penawaran layanan. Contoh dari protokol layer 3 adalah rekomendasi X.25 dari CCITT.

Komponen dalam lapisan ini adalah Router. Router berfungsi untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari jaringan satu ke jaringan lain. Adapun gambar Router yaitu:




> Transport (Layer 4)

Transport layer melaksanakan pengendalian end-to-end (station-to-station) terhadap data yang ditransmisikan serta melakukan optimasi terhadap penggunaan sumber daya jaringan. Lapisan transpor bertanggung jawab untuk menyediakan layanan-layanan yang dapat diandalkan kepada protocol-protokol yang terletak di atasnya.

Layanan yang dimaksud antara lain:

  1. Mengatur alur (flow control) untuk menjamin bahwa perangkat yang mentransmisikan data tidak mengirimkan lebih banyak data daripada yang dapat ditangani oleh perangkat yang menerimanya.

  2. Mengurutkan paket (packet sequencing), yang dilakukan untuk mengubah data yang hendak dikirimkan menjadi segmen-segmen data (proses ini disebut dengan proses segmentasi/segmentation), dan tentunya memiliki fitur untuk menyusunnya kembali.

  3. Penanganan kesalahan dan fitur acknowledgment untuk menjamin bahwa data telah dikirimkan dengan benar dan akan dikirimkan lagi ketika memang data tidak sampai ke tujuan.

  4. Multiplexing, yang dapat digunakan untuk menggabungkan data dari bebeberapa sumber untuk mengirimkannya melalui satu jalur data saja.

  5. Pembentukan sirkuit virtual yang dilakukan dalam rangka membuat sesi koneksi antara dua node yang hendak berkomunikasi.

Contoh dari protokol yang bekerja pada lapisan transport adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP) yang tersedia dari kumpulan protokol TCP/IP.


> Session (Layer 5)

Lapisan sesi atau Session layer adalah lapisan yang mengizinkan sesi koneksi antar node dalam sebuah jaringan dibuat atau dihancurkan. Lapisan sesi tidak tahu-menahu mengenai efisiensi dan keandalan dalam transfer data antara node-node tersebut, karena fungsi-fungsi tersebut disediakan oleh empat lapisan di bawahnya dari dalam model OSI (lapisan fisik, data link, network dan transport). Lapisan sesi bertanggung jawab untuk melakukan sinkronisasi antara pertukaran data antar komputer, membuat struktur sesi komunikasi, dan beberapa masalah yang berkaitan secara langsung dengan percakapan antara node-node yang saling terhubung di dalam jaringan. Lapisan ini juga bertanggung jawab untuk melakukan fungsi pengenalan nama pada tingkat nama jaringan logis dan juga menetapkan [[[port TCP|port-port komunikasi]]. Sebagai contoh, Protocol NetBIOS dapat dianggap sebagai sebuah protokol yang berjalan pada lapisan ini.

Lapisan sesi dari model OSI tidak banyak diimplementasikan di dalam beberapa protokol jaringan populer, seperti halnya TCP/IP atau IPX/SPX. Akan tetapi, tiga lapisan tertinggi di dalam model OSI (lapisan sesi, presentasi dan aplikasi) seringnya disebut sebagai sebuah kumpulan yang homogen, sebagai sebuah lapisan aplikasi saja.


> Presentation (Layer 6)

Presentation layer bertugas memberikan informasi cara mengatasi perbedaan syntax kepada entitas aplikasi-aplikasi yang sedang berkomunikasi. Untuk melaksanakan fungsi ini, layer 6 melakukan proses transformasi data (kompresi dan enkripsi), pembentukan (format) data, serta pemilihan syntax. Contoh dari protokol layer 6 adalah format representasi data EBDIC dan ASCII, skema kompresi seperti MPEG dan QuickTime dan sebagainya.


> Application (Layer 7)

Application layer memungkinkan suatu proses aplikasi mengakses lingkungan OSI. Layer ini dapat dianalogikan sebagai ”jalan” yang menghubungkan proses proses aplikasi yang menggunakan OSI untuk saling mempertukarkan informasi. Semua layanan yang disediakan dapat diakses secara langsung oleh proses aplikasi.

Layanan-layanan yang disediakan meliputi :

  1. Identifikasi partner komunikasi yang dituju

  2. Penentuan kesediaan partner yang dituju

  3. Pembentukan kewenangan untuk berkomunikasi

  4. Persetujuan atas tanggung jawab terhadap pemulihan kesalahan (error recovery)

  5. Persetujuan atas prosedur yang digunakan untuk mempertahankan integritas data.

Contoh protocol aplication layer adalah Telnet, File Transfer Protocol (FTP), OSI Common Management Information Protocol (OCMIP), dan sebagainya.

Download artikel:

read more...

Thursday, March 26, 2009

Menginstall Printer

Cara Menginstall Printer


Printer merupakan bagian dari komponen PC yang sedikit banyak telah membantu dalam kemudahan pekerjaan kita. Bayangkan jika tidak ada printer, kita tidak akan bisa melihat hasil pekerjaan kita dalam bentuk cetakan. Itu karena fungsi dari printer sendiri adalah untuk menampilkan hasil dari pekerjaan kita dalam bentuk cetakan.

Oleh karena itu, sebelum kita dapat mencetak hasil pekerjaan kita harus menginstal printer dahulu di komputer kita. Dalam kesempatan ini saya akan menyajikan cara-cara dalam menginstall Printer HP LaserJet 2100 PCL6.

Jika dalam suatu ruang kerja, cara paling tepat untuk mengoptimalkan printer adalah dengan menghubungkannya dalam suatu jaringan. Jadi, komputer lain dalam satu ruangan dapat menggunakanya juga. Hanya dengan Browse saja di jaringan seputar ruang tersebut. Masalah ini akan dibahas di bagian bawah.

A. Cara Menginstal Local Printer (HP LaserJet 2100 PCL6)

1. Klik tombol Start yang ada pada baris Taskbar, kemudian klik pilihan Printers and Faxes.2. Pada jendela Printers and Faxes, klik pilihan Add a Printer atau klik menubar File, kemudian klik pilihan Add Printer.
3. Di layar akan terlihat jendela Add Printer Wizard, Klik tombol Next untuk menampilkan kotak dialog berikutnya.
4. Dalam langkah ini, kita harus memilih printer yang akan digunakan:

>Local printer attached to this computer : jika printer yang baru yang diinstalasi langsung terpasang pada computer Anda. Apabila printer yang Anda gunakan mendukung Plug and Play.

>A network printer, or a printer attached to another computer : jika printer terpasang pada computer yang lain dengan fasilitas jaringan (network). Dan printer tersebut Anda gunakan dalam proses pencetakan.

Karena kita sedang menginstal lokal printer, maka pilih pilihan yang pertama.


5. Klik tombol Next. Kemudian tentukan port yang digunakan oleh computer tersebut dengan cara klik pilihan LPT1 pada bagian Use the following. Kemudian klik tombol Next.
6. Tentukan nama perusahaan pembuat printer atau merk printer pada pilihan Manufacture. Dalam hal ini kita pilih HP LaserJet 2100 PCL6 untuk merk printernya.
7. Klik tombol Next. Kemudian ketikkan nama printer yang Anda inginkan pada pilihan Printer Name. Apabila printer yang Anda instalasi tersebut akan dijadikan sebagai standard penggunaan printer (default printer), maka klik pilihan Yes. Klik Next.
8. Pada kotak dialog Print Test Page, kita harus menentukan apakah akan mencetak halaman percobaan (pilihan Yes) atau tidak akan melakukan pencetakan halaman percobaan (pilihan No), Klik Next.
9. Klik Finish untuk mengakhiri penginstallan.


B. Instalasi Printe Dalam Suatu Jaringan

Sebelum melakukan proses instalasi printer pada suatu jaringan, terlebih dahulu pastikan bahwa komputer tersebut sudah terhubung dengan jaringan di ruangan tersebut. Langkah selanjutnya bagi komputer server adalah mensharing printer yang sudah terinstall.


B.1. Mensharing Printer Bagi Server/ Admin

1. Klik tombol Start. kemudian klik pilihan Printers and Faxes.

2. klik kanan mouse pada jenis printer yang akan disharing, kemudian klik pilihan Sharing.......

3. Klik tab Sharing, kemudian klik pilihan Share this Printer. Jika Anda ingin mengganti nama printer, ketik di bagian "Share Name". Klik OK.


B.2. Install Printer Bagi Client/ User

Setelah proses sharing printer pada computer server dilakukan, maka langkah berikutnya adalah instalasi printer pada computer user/client.
Berikut langkah-langkahnya:

1. Klik tombol Start, kemudian klik pilihan Printers and Faxes.
2. Klik pilihan Add a Printer.
3. Klik Next untuk melanjutkan.
4. Klik pilihan A network printer, or a printer attached to another computer.
5. Klik pilihan Browse for a printer.
6. Pilih jenis printer yang terinstal pada computer server dan telah dilakukan share. Misalnya computer server WORKGROUP dengan jenis printer HP LaserJet 2100 PCL6. Klik Next.
7. Pilih Yes untuk menggunakan default printer. Kemudian klik Next.
8.
Klik Finish untuk mengakhiri penginstallan.

Untuk mencetak dengan printer dalam suatu jaringan, terlebih dahulu Anda harus pastikan bahwa computer yang dilengkapi dengan printer dan terhubung dalam suatu jaringan dalam keadaan sudah siap (computer on). Kemudian penentuan nama printer pada proses pencetakan harus sesuai dengan nama printer pada computer yang dilengkapi dengan printer tersebut.

read more...